Berikut adalah ciri-ciri dari lembaga sosial :
a. Suatu lembaga sosial adalah kumpulan pola-pola perilaku yang terwujud
melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dan hasil hasilnya, tata kelakuan,
kebiasaan, serta unsur-unsur kebudayaan Iainnya yang secara Iangsung maupun
tidak langsung tergabung dalam suatu bagian tertentu yang memiliki fungsi dalam
masyarakat.
b. Usia suatu lembaga sosial Iebih panjang daripada usia orang perorangan
(individu) yang membentuknya, mempertahankan, dan/atau mengubahnya. Misalnya,
suatu bahasa selalu lebih dulu ada daripada kelahiran seseorang dan tetap ada
setelah si pemakainya meninggal.
c. Setiap lembaga sosial memiliki nilai-nilai tersendiri, yaitu sistem
gagasan mendasar yang dimiliki secara bersama-sama oleh sekelompok orang yang
digunakan untuk menafsirkan berbagai hal yang telah, sedang, dan akan
berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, berdasarkan nilai-nilai yang
dimiliki lembaga pendidikan, para pendukung lembaga tersebut percaya bahwa
pendidikan penting artinya dalam memperluas wawasan orang dan membentuk
kemandirian. Ketidakmampuan untuk mendapatkan kerja yang memuaskan sering
dianggap terjadi karena prestasi pendidikan yang rendah.
d. Sistem kepercayaan dan aneka macam tindakan baru akan menjadi bagian
lembaga sosial setelah melewati waktu yang relatif lama. Contohnya, tindakan
mendidik anak dalam keluarga barn menghasilkan lembaga pendidikan setelah
ratusan bahkan ribuan tahun.
e. Lembaga sosial mempunyai satu atau beberapa tujuan yang mungkin saja
tidak sejalan dengan fungsi lembaga itu. Apabila dipandang dan sudut pandang
kebudayaan, perbedaan fungsi dan tujuan sangat penting karena dapat menunjukkan
betapa masyarakat akan berpegang teguh pada lembaga sosial yang sekaligus juga
merupakan tujuan mereka.
f. Lembaga sosial mempunyai alat alat perlengkapan yang digunakan untuk
mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan. Misalnya, bangunan, tata tertib,
peralatan, dan mesin.
g. Setiap lembaga sosial Memiliki lambang-lambang yang merupa kan ciri
khas atau simbol. Lambang-lambang ini menggambarkan tujuan dan fungsi lembaga
sosial yang bersangkutan. Selain itu, lambang ini memberikan identitas kepada
warga masya rakat yang terlibat di dalarnnya. Lambang atau simbol ini dapat
berbentuk benda, wama, tuhsan, maupun slogan. Misalnya, lembaga pendidikan
memiliki slogan Tut Wuri Handayani, dan lembaga pemikahan memiliki simbol
cincin kawin sebagai lambang kesetiaan tiada akhir, tak berpangkal dan tidak
berujung.
h. Suatu lembaga sosial mempunyai tradisi tertulis maupun tidak tertulis,
yang antara lain merumuskan tujuan dan tata tertib yang berlaku. Tradisi
tersebut merupakan dasar dan lembaga didalam pekerjaannya untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat tempat lembaga sosial tersebut menjadi
bagiannya.
0 Komentar Untuk "CIRI-CIRI LEMBAGA SOSIAL"
Post a Comment